SEJARAH LABORATORIUM

Laboratorium Otomasi Manufaktur didirikan atas dasar kebutuhan pengembangan teknologi, dalam proses produksi permesinan yang berbasis komputer dalam menunjang proses pendidikan di jurusan teknik mesin Universitas Brawijaya (UB). Pada tahun 1990-1991 jurusan teknik mesin UB mendapatkan bantuan peralatan mesin produksi Computer Numerical Control (CNC) Amco-Austria dari pemerintah Republik Indonesia. Sejak saat itu disiapkan ruangan seperti sekarang ini dan ditempatkan mesin-mesin produksi CNC yang terdiri dari CAD/CAM set, CTS-Industri set, Turn-CNC ET-120, Mill-CNC VMC-200, Flexible Manufacturing System (FMS) seperangkat yang terdiri dari mesin bubut (turn) dan mesin freis (milling) yang dilayani oleh robot beserta tray lintasan, Turn Training Unit (TU-2A), Mill Training Unit (TU-3A) dan peralatan bantu; mesin bubut manual, dapur oven serta bahan benda kerja.

Laboratorium ini dipimpin oleh Kepala Laboratorium Periode Tahun 1992 – 1994 : Ir. Bambang Indrayadi; Kepala Laboratorium Periode Tahun 1994 – 1996  : Ir. Rudy Soenoko M.Eng. SC ; Kepala Laboratorium Periode Tahun1996 – 1999 : Ir. Endi Sutikno MT ; Kepala Laboratorium Periode Tahun 2007 – 2008 : Moch. Syamsul Ma’arif ST. MT. dan Kepala Laboratorium Periode Tahun2008 – sekarang  : Dr. Ir. Achmad As’ad Sonief, MT.

Sejak awal berdirinya  tahun 1990-1992, saat itu merupakan laboratorium dengan alat-alat yang canggih, karena semua peralatan berbasis komputer. Laboratorium ini juga telah melaksanakan kegiatan tri dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan melalui praktikum CNC setiap semester, penelitian mahasiswa dan dosen serta pengabdian kepada masyarakat dari dosen, mahasiswa, dan pihak luar yang berkepentingan.  Akan tetapi, dengan berjalannya waktu sampai saat ini belum ada peremajaan peralatan, sedangkan kondisi mesin-mesin CNC sudah banyak yang tidak berkerja karena peralatan elektroniknya sudah termakan usia sehingga sulit untuk pemeliharaannya, serta juga sistem softwarenya sudah sangat ketinggalan dengan kemajuan sistem IT sekarang. Kondisi sekarang hanya dapat digunakan pendidikan praktikum, penelitian dan pengabdian dalam skala yang terbatas.

 

LAB HISTORY

Automated Manufacturing laboratory was established on the basis of technology development needs, in the production process, computer-based machining in supporting the educational process in the department of mechanical engineering UB (UB). In 1990-1991 the department of mechanical engineering UB support equipment production machine Computer Numerical Control (CNC) Emco-Austria from the government of the Republic of Indonesia. Since then the room is prepared as it is today and CNC production machineries are placed consisting of CAD / CAM set, CTS-Industry set, Turn-CNC ET-120, Mill-CNC VMC-200, Flexible Manufacturing System (FMS) set consisting of lathe (turn) and freis machine (milling) served by robots tray along the track, Turn Training Unit (TU-2A), Mill Training Unit (TU-3A) and auxiliary equipment; manual lathes and kitchen oven.

The laboratory is led by the Head of Laboratory year period 1992 – 1994 : Ir. Bambang Indrayadi; Head of Laboratory year period 1994 – 1996  : Ir. Rudy Soenoko M.Eng. SC ; Head of Laboratory year period 1996 – 1999 : Ir. Endi Sutikno MT ; Head of Laboratory year period 2007 – 2008 : Moch. Syamsul Ma’arif ST. MT. dan Head of Laboratory year period 2008 – now  : Dr. Ir. Achmad As’ad Sonief, MT.

Since its construction in 1990-1992, when it was a laboratory with sophisticated equipment, as an all computer-based laboratory. This laboratory has also been conducting Three Pillars of Tertiary Education covers education through CNC lab work each semester, students and faculty researches and community service of faculty, students, and interested outsiders. However, with the passage of time until now there is no renewal of the equipments, while the condition of CNC machines that do not have a lot of work because the electrical equipments are already outdated so it is difficult for maintenance, as well as the software system that has been un-updated with the progress of current IT systems. Current conditions can be used only for practical education, research and service on a limited scale.

Leave a Reply

Your email address will not be published.